Scroll untuk baca artikel
Example 430x320
Berita Daerah

IRMAN TEAPON: Cerita Seorang Ayah tentang Anak yang Memilih Jalan Bertarung”Dari Sula Menuju Panggung Dunia

18
×

IRMAN TEAPON: Cerita Seorang Ayah tentang Anak yang Memilih Jalan Bertarung”Dari Sula Menuju Panggung Dunia

Sebarkan artikel ini

SANANA,SP-Bagi seorang ayah, melihat anaknya merantau selalu bercampur antara bangga dan khawatir. Begitu juga yang dirasakan oleh ayah Irman Teapon yang akrab disapa Om Taib.

Kepergian Irman ke Jakarta awalnya bukan untuk mengejar mimpi sebagai petarung. Ia hanya mengantar keponakan yang hendak melanjutkan studi disebuah pondok pesantren. Niatnya sederhana, tanpa rencana besar, tanpa ambisi menjadi fighter.

Saat itu Irman masih tercatat sebagai mahasiswa aktif di salah satu kampus di Maluku Utara. Masa depannya terlihat jelas di jalur akademik. Tapi hidup kadang berbelok tanpa pemberitahuan. Dari sebuah perjalanan biasa, lahirlah keputusan yang mengubah arah hidupnya.

Ketika Irman mulai tertarik masuk ke dunia pertarungan dan bergabung dengan sebuah sasana, hal pertama yang ia lakukan adalah menghubungi ibunya. Seperti yang sudah bisa diduga, seorang ibu tidak mudah menerima anaknya masuk ke dunia yang penuh benturan fisik. Kekhawatiran itu wajar, bahkan naluriah.

Namun berbeda dengan sang ayah. Tidak banyak kata, tidak banyak larangan. Ia hanya berkata sederhana: kalau itu memang pilihan Irman, jalani. Selebihnya, doa akan selalu menyertai. Bagi seorang ayah, kadang dukungan tidak harus berupa persetujuan penuh, tapi cukup memberi ruang agar anaknya bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

Perjalanan Irman sebagai petarung tidak datang dari kebetulan semata. Ada dorongan kuat dari dalam dirinya. Ada semangat yang tidak bisa ditahan. Dan yang lebih menarik, ia dipertemukan dengan saudara sekampung yang juga seorang fighter. Dari situlah jalannya semakin jelas ia tidak berjalan sendiri.

Saat pertama kali mendapat kesempatan bertarung, Irman kembali menghubungi ayahnya—yang ia panggil dengan sappan papa. Ia tidak datang dengan keraguan, tapi dengan keyakinan. Dan seperti biasa, sang ayah tidak banyak bicara. Ia hanya memberi dukungan dan doa, sesuatu yang mungkin terdengar sederhana, tapi justru paling dibutuhkan.

Bagi ayahnya, Irman bukan sekadar anak dari pelosok timur yang mencoba peruntungan. Ia adalah bukti bahwa tekad bisa mengalahkan keterbatasan. Bahwa dunia pertarungan bukan tentang kenakalan, tapi tentang menyalurkan bakat pada tempat yang tepat. Tentang disiplin, keberanian, dan harga diri.

Yang paling diingat oleh sang ayah adalah satu hal: Irman tidak pernah melupakan orang tuanya. Dalam setiap langkah, setiap pertarungan, ia selalu meminta restu. Terutama kepada papa-nya. Karena bagi Irman, doa orang tua bukan sekadar formalitas itu adalah kekuatan yang menembus langit.

Kini, Irman Teapon dikenal sebagai “sang fighter.” Tapi bagi ayahnya, ia tetap anak yang sama yang berangkat tanpa rencana besar, lalu pulang membawa cerita perjuangan.dan dibalik setiap pukulan yang ia lepaskan di arena, ada doa seorang ayah yang diam-diam terus menguatkannya.

Petarung Muaythai Indonesia, Irman Teapon, bahkan belum lama ini tampil gemilang dalam ajang Professional Muaythai Bout International Fight kelas 52 kilogram. Mewakili Indonesia, Irman sukses mengalahkan Alexis, petarung asal Meksiko, melalui kemenangan angka pada perhelatan Triumph Fight.

Fighter kebanggaan masyarakat Kepulauan Sula, Maluku Utara, itu menjalani debut internasionalnya pada pertandingan yang digelar di Bali United Studio, Jakarta Barat, Sabtu (30/01/2026).

Pertarungan berlangsung selama tiga ronde dan sejak ronde pertama Irman tampil dominan. Kombinasi jab–straight–low kick serta knee strike membuat Alexis lebih banyak bertahan. Petarung Meksiko tersebut sempat melakukan serangan balik melalui hook dan middle kick, namun pertahanan disiplin Irman mampu meredam setiap upaya lawan hingga berhasil memenangkan pertarungan tersebut.

Usai menjatuhkan lawan asal Meksiko kini Fighter asal Kepulauan Sula kembali menunjukkan kehebatannya di Negara tetangga Malaysia, mata dunia bela diri akan tertuju ke Malaysia pada malam nanti dibawah lampu sorot arena bergengsi TFight All Star di mana, Seorang anak dari ayah Taib Teapon siap kembali menunjukkan kelasnya melawan Fighter asal Kuala lumpur Malaysia.

Harapan dan doa dari semua masyarakat Kepulauan Sula dan Maluku Utara,semoga perjalanan Fighter Irman Teapon sukses di Malaysia dan dimata dunia. (ADL)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *